Tips Membuat Password yang Aman: Kunci Utama Lindungi Identitas Digital Anda

Tips Membuat Password yang Aman: Kunci Utama Lindungi Identitas Digital Anda
Ilustrasi/Ist

Kominfo.nabirekab.go.id - Di era digital seperti saat ini, hampir seluruh aktivitas kita—baik urusan pribadi, pekerjaan, hingga layanan publik—terhubung dengan akun digital.

Mulai dari email, media sosial, hingga aplikasi perbankan dan administrasi pemerintahan. Namun, banyak masyarakat yang masih menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, sehingga membuka celah bagi kejahatan siber.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd., MIKom., mengingatkan pentingnya penggunaan password yang kuat dan aman sebagai benteng pertama dalam melindungi data pribadi.

Padahal, satu bocoran saja bisa menyebabkan kerugian besar—baik secara pribadi maupun kelembagaan. Maka dari itu, kita perlu membudayakan kebiasaan membuat password yang aman dan sulit diretas,” ujarnya.

Lalu, bagaimana cara membuat password yang aman? Simak tipsnya di bawah ini!

Gunakan Kombinasi Karakter yang Kuat

Kata sandi yang kuat harus mengandung kombinasi dari:

  • Huruf kapital (AZ)
  • Huruf kecil (az)
  • Angka (0-9)
  • Simbol atau karakter khusus seperti !, @, #, $, %, dan lainnya.

Contoh kata sandi yang kuat: M3rD3ka@2025!

Hindari menggunakan nama lengkap, tanggal lahir, atau kombinasi umum seperti 123456 atau password.

Panjang Password Minimal 12 Karakter

Semakin panjang kata sandinya, semakin sulit bagi program peretas (brute-force Attack) untuk menebaknya. Usahakan minimal 12 karakter.

Lebih panjang = lebih aman.

Jangan Gunakan Kata Sandi yang Sama di Banyak Akun

Satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menggunakan password yang sama untuk semua akun. Jika satu akun diretas, maka semua akun lain ikut terancam.

Solusi: Buat kata sandi berbeda untuk akun penting seperti email, media sosial, dan akun keuangan.

Gunakan Kalimat Unik atau Metode “Passphrase”

Anda bisa membuat password dari kalimat pribadi yang mudah diingat, tapi sulit ditebak.

Contoh frasa sandi metode:
Kalimat: "Saya lahir di Nabire tahun 1992 dan suka kopi hitam!"
Kata sandi: SldN@1992#skh!

Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)

Selain password, aktifkan juga verifikasi dua langkah (2FA). Dengan fitur ini, Anda harus memasukkan kode tambahan (biasanya dikirim melalui SMS atau aplikasi autentikator) saat login.

Ini menambah lapisan keamanan jika kata sandi Anda bocor.

Hindari Simpan Kata Sandi di Catatan Terbuka

Jangan menyimpan kata sandi di aplikasi catatan, dokumen Word, atau kertas yang mudah ditemukan orang lain. Gunakan pengelola kata sandi (password manager) jika perlu.

Beberapa aplikasi yang bisa digunakan:

  • Bitwarden
  • 1Kata Sandi
  • LastPass
  • KeePass

Ganti Password Secara Berkala

Meskipun Anda merasa password Anda aman, sebaiknya ganti password setiap 3–6 bulan sekali, terutama untuk akun penting seperti email, e-banking, dan layanan publik.

Berikut adalah contoh kata sandi yang buruk dan mudah ditebak:

  • 123456, kata sandi, qwerty, admin123
  • Nama sendiri atau nama anak
  • Tanggal lahir
  • Kombinasi nama + tahun, misalnya: Andi1990

Hacker bisa menebak kata sandi ini hanya dalam hitungan detik dengan alat sederhana.

Amankan Identitas Digital Anda dari Sekarang

Menjaga keamanan data pribadi di era digital adalah tanggung jawab setiap individu. Jangan tunggu sampai akun Anda dibobol. Mulailah dengan kata sandi yang kuat, dan jadikan kebiasaan ini sebagai bagian dari gaya hidup digital yang cerdas.

Mari bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire, kita wujudkan masyarakat yang aman, cerdas, dan bijak dalam menggunakan teknologi! ***

 

 


Lainnya